Senin, 29 Juni 2009

BUAH HATI PERTAMA KAMI DILAHIRKAN


ALHAMDULILLAAHIROBBIL'AALAMIIN...

MAHA SUCI ALLAH SWT...MAHA PENCIPTA SEGALANYA

ALLAH SWT telah mengamanahi dan memberi karunia luar biasa besar kepada kami (Redi Rinaldi & Yuni Sri Astuti) berupa seorang bayi mungil yang sehat. Lahirnya buah hati kami yang pertama ini agak diluar perkiraan, lebih cepat 14 hari dari perkiraan dokter tempat kami biasa berkonsultasi. Dokter memperkirakan buah hati kami ini akan lahir sekitar tanggal 9 Juli 2009.

Namanya juga kira-kira, heheee..

Tapi kan pake alat canggih?

Alat kan buatan manusia, sangat terbatas segalanya..

Segala Puji Hanya Bagi ALLAH SWT yang memberi manusia sedikit ilmu sehingga walau tidak tepat, sudah sangat membantu, jadi ada gambaran waktunya.

Meski diluar perkiraan ini tidaklah mengagetkan sama sekali. Ini kesekian kali ALLAH SWT memberi bukti bahwa manusia tidak mengetahui apa-apa. ALLAH SWT, Sang Khaliq-lah yang Maha Menentukan kapan buah hati kami ini lahir, menentukan tempat bahkan dengan cara apa dia dilahirkan.

Kamis, 25 Juni 2009 sepulang dari kantor saya melihat istri sedang senam ibu hamil, di tempat tidur sambil memegang buku panduan geraknya. Malam itu ba’da Isya saya telah di-sms Pak Antoni Minor bahwa akan ada rapat pengurus Majlis Tholabul 'Ilmi Al-Hanif, saya diminta hadir. Ternyata pada waktu yang sama juga akan ada rapat pembentukan perwakilan kas Baitul Maal Wattamwill El-Hanif di Hanura. Setelah melalui pikir-pikir dalam hati saya memutuskan ikut rapat pengurus MTI Al-Hanif saja di Aula Pengajian lantai 2. Kira-kira jam 11 malam Mamak (ibu mertua saya) naik ke aula atas memanggil saya dan mengatakan bahwa Pelita (adok/gelar Lampung untuk istri saya “Kimas Pelita Siddiq”, saya waktu menikah diberi adok "Kemas Mangku Jaya Amanah") mengalami pecah ketuban jam setengah sebelas tadi, sudah dibawa ke Bidan Echi, tetangga kami, dikatakannya baru bukaan satu (apaan tuh, dalam hati saya), jadi disuruh jalan-jalan dulu (kemana?). Karena panik saya putuskan membawa istri ke RS Urip Sumoharjo. Sesampainya disana Perawat atau Bidan menanyakan dengan siapa kami biasa konsul. Saya jawab terakhir dengan dr. Taufiqurrahman, S.POG (sebelumnya pernah dengan dr. Arman Sanun, S.POG, Bidan Parini dan Bidan Echi).

Saya khawatir dengan kondisi istri dan kandungannya, tapi ada aliran ketenangan disela-sela kekhawatiran itu. Ketubannya sudah pecah tapi tidak ada rasa sakit atau mual layaknya ibu yang akan bersalin, bayinya nggak ngajak katanya. Akhirnya istri saya di-infus dan diberi obat agar timbul rasa mual. Saya tak henti berdoa, berdzikir dan mengingatkan istri hal serupa. Saya cukup tenang, tidak dibuat-buat supaya tenang, tapi timbul sendiri. Dzikir itupun mengalir dengan sendirinya.

Sampai fajar menjelang keadaan tidak banyak berkembang, malah semakin membuat saya agak cemas. Istri saya sudah merasakan mual bahkan sakit yang tak bisa saya bayangkan, namun ketika Bidan memeriksa ternyata masih juga bukaan satu. Bidan tersebut mengatakan bahwa apabila pecah ketuban lebih dari delapan jam sebaiknya diambil langkah operasi Caesar. Hal ini untuk menghindari bayi terkena infeksi atau keracunan. Lutut saya goyah!

Sejak malam istri saya terus berjuang. Keringat tak henti memancar di wajahnya, di seluruh tubuhnya.

Tak lama berselang Ayah (H. Suhaimi Yusuf) menelpon menanyakan kabar, saya ceritakan semuanya. Beliau meminta saya tetap tenang.

Pada pengecekan berikutnya terjadi perkembangan,

“Sudah bukaan dua, Pak” Bidan tersenyum. Hati saya tak karuan.

Selanjutnya bukaan empat, lalu lima…dan sudah lengkap. Saya lihat jam pukul sepuluh siang. Tak terasa, saya tak merasa. Didalam kamar tempat istri saya berjuang ini suasana tidak berubah, lampu tetap menyala seperti pertama saya masuk, walau pernah beberapa kali listrik padam namun genset segera beraksi.

Saya tetap mendampingi istri. Saya tetap disisinya. Saya sediakan diri untuk ditarik-tarik saat rasa sakit mendera. Sesekali saya seka keringat di dahi dan wajahnya. Mama dan Mamak hanya bolak-balik keluar masuk ruangan. Mamak bahkan tiba-tiba sakit kepala karena tegang. Teh Neng, kakak ipar saya beristirahat di luar setelah semalaman begadang di samping istri saya.

Ketika akhirnya dokter datang semua peralatan disiapkan. Sekitar lima orang bidan mendampingi. Setelah hampir setengah jam berjuang, bayi kami belum juga lahir. Istri saya tidak kuat ngeden, ngedennya hanya sampai di leher, tidak di perut. Dokter meminta persetujuan saya untuk menggunakan alat bantu vacuum. Jika bersedia saya diminta menandatangani surat persetujuan. Mendengar kata “tanda tangan” saya jadi bertanya,

“Resikonya apa Dok?”

Dokter mengatakan itu hanya untuk membantu kelancaran persalinan. Kalau lama "di jalan" kasihan bayinya. Atas persetujuan istri saya pun menandatangani surat tersebut.

Tepat pukul 11.15 WIB buah hati kami dilahirkan, laki-laki, jum'at 3 Rajab 1430 H / 26 Juni 2009. panjang 49 cm, berat 3 kg. (Insert foto: Lagi digendong Tamong (kakek)-nya)

Kepada semua kami mohon doa semoga jadi anak sholeh, menjadi penyejuk pandangan dan hati serta menjadi pemimpin orang-orang bertaqwa...Aamiin!

“ROBBANA HABLANA MIN AZWAAJINA WADZURRIYYAATINA QURROTA A’YUN WAJ’ALNA LILMUTTAQIINA IMAMA…AAMIIN”

Selasa, 12 Mei 2009

PERESMIAN BMT SHAR'E EL-HANIF


BANDAR LAMPUNG--Baitul Maal Wattamwil (BMT) Shar’e El-Hanif pada Sabtu 9 Mei lalu mengadakan grand opening. Beroperasinya BMT Shar’e El-Hanif tersebut diresmikan oleh Ketua ORWIL Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Propinsi Lampung, Prof. Dr. Ir. H. Muhajir Utomo, M.Sc. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa dua kata kunci, yaitu ekonomi syari’ah dan usaha mikro terbukti teruji dimasa krisis dan dua hal inilah yang berperan menyelamatkan ekonomi bangsa Indonesia.

Ketua Pengurus BMT Shar’e El-Hanif, Kgs. M. Fitrah Okajaya, SE menyampaikan mereka optimis dapat mengembangkan BMT ini yang memegang motto: “Dapat dipercaya, Transparan, Inovatif dan Kreatif”

Pendirian BMT Shar’e El-Hanif diprakarsai oleh pengasuh Majelis Tholabul IImi Al-Hanif, H. Suhaimi Yusuf serta beberapa orang jamahnya. Pada awal berdirinya 1 September 2006 lalu BMT Al-Hanif memiliki modal Rp39.930.000 yang berasal dari simpanan anggota pendiri. Lalu pada hari Kamis, tanggal 02 April 2009 di kediaman H. Suhaimi Yusuf para pendiri menyepakati dan memutuskan beberapa hal berkenaan dengan perubahan dari BMT biasa dengan nama BMT Al-Hanif menjadi BMT Shar’e dengan nama BMT Shar’e El-Hanif. Hal ini karena BMT Shar’e El-Hanif telah menjadi mitra Bank Muamalat Indonesia dan Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) Propinsi Lampung

Acara tersebut turut dihadiri oleh Direktur PINBUK Propinsi Lampung, Dr. Ir. H. Wan Abas Zakaria, MS, Wakil Walikota Bandar Lampung H. Kherlani, SE., MM yang juga Ketua ORDA ICMI Kota Bandar Lampung dan Pimpinan Bank Muamalat Indonesia Cabang Lampung, Risman Ch. Syafri serta para tokoh agama, tokoh masyarakat Kelurahan Sukarame Dua Telukbetung Barat.

Pada acara terakhir pengguntingan pita dilakukan oleh H. Kherlani, SE., MM selaku Wakil Walikota Bandar Lampung sekaligus meninjau tata ruang kantor BMT Shar’e El-Hanif didampingi Ketua Yayasan Al-Hanif Lampung yang juga pengasuh Majelis Tholabul IImi Al-Hanif H. Suhaimi Yusuf, Ketua ORWIL ICMI Propinsi Lampung, Prof. Dr. Ir. H. Muhajir Utomo, M.Sc, Direktur PINBUK Propinsi Lampung, Dr. Ir. H. Wan Abas Zakaria, MS dan Pimpinan Bank Muamalat Indonesia Cabang Lampung, Risman Ch. Syafri

Direktur PINBUK Propinsi Lampung, Dr. Ir. H. Wan Abas Zakaria, MS mengatakan bahwa BMT telah terbukti berhasil mengangkat ekonomi masyarakat Saudi Arabia sejak zaman Rasulullah. Pada zaman itu kaum muslimin tidak perlu bungung lagi kemana harus menyerahkan dan mengelola zakat, infaq, shodaqoh dan hibah dengan adanya BMT.

Minggu, 10 Mei 2009

'Grand Opening' BMT El-Hanif

BANDAR LAMPUNG--Baitul Mal Wattamwil (BMT) El-Hanif yang didirikan pada 1 September 2006 lalu mengadakan grand opening, Sabtu (9-5).

Pendirian BMT El-Hanif diprakarsai oleh pengasuh dan pengurus Majelis Tholabul IImi El-Hanif di Kelurahan Sukarame II, Kecamatan Telukbetung Barat, ini awalnya memiliki modal Rp39.930.000 yang berasal dari simpanan anggota pendiri. Saat itu jumlah anggotanya 43 orang, yang merupakan pengasuh dan jemaah Majelis Tholabul Ilmi El-Hanif.

Pada rapat anggota pertama tersebut terbentuklah pengurus dan pengawas BMT El-Hanif yang terdiri dari tiga orang pengurus dan tiga orang pengawas, serta rapat membahas draf anggaran dasar dan anggaran rumah tangga BMT El-Hanif.

BMT El-Hanif terus berkembang dan usahanya bergerak dalam bidang penjualan barang dagang dan jasa perbengkelan. Saat ini BMT El-Hanif telah menjadi mitra Bank Muamalat Indonesia dan Pusat Inkubasi Bisnis Usaha KedJ (PJNBUK) Provinsi Lampung. n TRI/K-1

*Sumber: Lampungpost - Senin, 11 Mei 2009

Rabu, 06 Mei 2009

RAHASIA

Jika kau ungkapkan rahasiamu
pada air,
jangan salahkan air jika
mengungkapkannya pada ikan
Bila kau ungkapkan rahasiamu
pada angin,
jangan salahkan angin bila
mengungkapkannya pada
ilalang, rumput dan pepohonan
Tapi...
Jikalau kau ungkapkan rahasiamu
Pada Ilahi...
Yakinlah!
Dia telah mengetahui!


*Minggu, 9 Maret 1997

Jumat, 01 Mei 2009

Pohon Tumbang, Macet!

Daerah

Pohon Tumbang, Macet!
Oleh : Redi Rinaldi

17-Apr-2009, 22:42:18 WIB - [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia - Bandar Lampung, Jl. H. Hasan Rais macet beberapa kilometer sekitar pukul 06.30 tadi pagi (17/4) karena tumbangnya pohon yang tumbuh dipinggir jalan tersebut. Pohon besar itu rubuh dan tepat melintang di badan jalan mengakibatkan arus kendaraan dari kedua arah macet total sepanjang lebih dari satu kilometer. Kemacetan ini diperparah dengan sulitnya kendaraan terutama roda empat yang berusaha memutar balik arah.

Diduga tumbangnya pohon tersebut akibat tiupan angin kencang. Dini, warga sekitar menuturkan semalam angin cukup kencang bertiup, namun dia baru mengetahui banwa ada pohon tumbang pagi harinya.
Dugaan lain karena pohon tersebut memang sudah berumur cukup tua.

Tumbangnya pohon besar yang tumbuh di pinggir jalan raya kerap terjadi di Lampung. Tahun lalu sebuah pohon besar yang sudah berumur puluhan tahun tumbang di jalan daerah Kupang Teba, Bandar Lampung, mengakibatkan tewasnya seorang pengendara sepeda motor yang tepat tertimpa ketika melintas di jalan tersebut.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

SANG BUMI KHUWA JUKHAI

Jak ujung Danau Ranau
Teliu mit Way Kanan
Sampai pantai lawok jaoh
Pesisir khik Pepadun
Jadi sai delom lamban
Lampung sai kayo-rayo

Ki kham haga bukhasan
Hujau ni pumandangan
Duma lada di pumatang
Api lagi cengkih ni
Telambun bekhuntaian
Tanda ni kemakmuran

Lampung sai...
Sang bumi khuwa jukhai 2x

Cangget bakha bulaku
Sembah jama saibatin
Sina gawi adat sikam
Manjau khik sebambangan
Takhi khagot khik melinting
Cikhi ni ulun Lampung

Lampung sai...
Sang bumi khuwa jukhai 2x

* Lagu “Sang Bumi Khuwa Jukhai” adalah Lagu Daerah Lampung karya Syaiful Anwar. Lirik lagu ini menggunakan Dialek Api.

Kamis, 30 April 2009

Ujian Nasional di Lampung

Pendidikan

Ujian Nasional di Lampung
Oleh : Redi Rinaldi

20-Apr-2009, 23:28:53 WIB - [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia - Bandar Lampung: Hari ini, Senin (20-4) sebanyak 70.940 siswa di Lampung mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA dan SMK. Selama lima hari ke depan sampai tanggal 24 April para siswa ini akan berjuang keras menghadapi soal–soal yang menentukan akhir pendidikan mereka ditingkat menengah atas. Sholahudin, salah seorang siswa SMK Negeri 2 Bandar Lampung mengatakan bahwa dia sudah mempersiapkan diri guna mengikuti Ujian Nasional ini.

Selain latihan dan belajar di sekolah, dia pun telah mengikuti Bimbingan Belajar (Bimbel) di salah satu lembaga kursus. “Saya sudah ikut Bimbel dan les tambahan, tapi masih tegang juga nih,” ujarnya.

Sesuai data di Dinas Pendidikan dan Perpustakaan Propinsi Lampung, dari 70.940 siswa yang ikut UN, 51.994 orang di antaranya dari SMA/MA, sisanya siswa SMK. Beberapa mata pelajaran yang diujikan dalam UN SMA/MA, yaitu program IPA terdiri pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Untuk program IPS meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sosiologi, Geografi dan Ekonomi. Program Bahasa meliputi Bahasa Indonesia, Sastra Indonesia Bahasa Asing, Bahasa Inggris, Sejarah Budaya/Antropologi dan Matematika. Program Keagamaan terdiri dari Pelajaran Bahasa Indonesia, ilmu Kalam, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Hadist dan ilmu Tafsir.

Tahun ini, kelulusan peserta UN ditentukan jika memenuhi standar kelulusan atau Passing Grade yang telah ditentukan pemerintah, yaitu memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. Pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan dapat menetapkan batas kelulusan diatas nilai sebagaimana dimaksud diatas. Batas kelulusan minimal 5,50 pada tahun ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya, Tahun 2007 Batas kelulusan minimal 5,00 dan tahun 2008 Batas kelulusan minimal 5,25 untuk masing–masing mata pelajaran yang diujikan. Pemerintah mengatakaan hal ini guna menaikkan mutu pendidikan. Semoga.(*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com